Selasa, 23 Oktober 2012

Jenis Diet Klien Diare Kronik


Seorang wanita dirawat karena masalah diare kronis 3 bulan terakhir. Dia sering mual dan muntah.Saat ini klien mendapat makanan dari NGT. Tanda-tanda vital saat masuk TD 110/70, HR 84x/Menit, Suhu 37,8C. Dari pengkajian nutrisi diperoleh data Berat badan 35 Kg, Tinggi badan 155cm, Tsf 11mm, MAC 19 cm.
Dari data di atas dapat dianalisa status nutrisi klien
Body Mass Index: BB/TB2 = 35: (1,55x1,55) = 14,57
TSF=11
MAC= 19 cm
MAMC= MAC- ( TSFx3,14)/10
MAMC= 19-(11x3,14)/10
MAMC=15,55
Dari perhitungan status nutrisi di atas, klien mengalami kekurangan nutrisi karena diare akut yang dialaminya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien dapat diberikan asupan makanan yang sesuai dengan kondisi klien. Tujuan terapi nutrisi pada penderita diare kronik  adalah agar pertumbuhan dan perkembangan tetap berlangsung optimal. Nutrisi sedapat mungkin diberikan per oral karena lebih murah, efek samping minimal, dan rehabilitasi mukosa jauh lebih cepat dan sempurna bila diberikan nutrisi intraluminal. Nutrisi yang diberikan harus lengkap, berkualitas tinggi, dan mudah dicerna mengingat adanya  aldigesti/malabsorpsi yang kemungkinan dialami penderita. Makanan yang diberikan sedikit-sedikit tapi sering. Penggantian cairan dan elektrolit merupakan komponen penting dalam penanganan, dan untuk kondisi spesifik dibutuhkan suplementasi spesifik seperti vitamin.
Makanan yang mengandung mikronutrien seperti vitamin A, B12, asam folat, dan seng sangat berguna untuk regenerasi mukosa dan reaksi imunologis.  Seng memegang peran penting untuk melindungi integritas sel membrane dan mungkin berguna untuk melindunginya dari perlukaan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Pada diare kronik kadar seng berkurang dengan bertambah beratnya penyakit sehingga pemberian seng dapat memperbaiki status seng penderita. Suplemen seng juga baik dalam rehabilitasi nutrisi untuk meningkatkan berat badan klien dengan diare kronik. Defisiensi vitamin A juga merupakan faktor risiko berkembangnya diare kronik. Penelitian pada beberapa kasus mendapatkan bahwa pemberian makanan yang mengandung vitamin A dapat mengurangi risiko keparahan diare.
Kebutuhan energy dan protein pada diare kronis berturut-turut sebesar 100kcal/kg/hari dan 2-3 g/kg/hari, sehingga diperlukan asupan makanan yang mengandung energi 1 kcal/g. Diet yang dapat di pakai untuk klien ini seperti diet elemental. Komponen-komponen yang terkandung dalam diet elemental terdiri atas asam amino kristalinatau protein hidrosilat, mono- atau disakarida, dan kombinasi trigliserida rantai panjang atau sedang.
Pemberien nutrisi enteral adalah nutrisi yang diberikan pada pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui rute oral, formula nutrisi diberikan melalui tube ke dalam lambung (gastric tube) atau nasogastric tube (NGT). Pada kasus klien mendapat makanan melalui NGT. Jadi asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan klien diberikan melalui NGT karena klien selalu merasa mual dan muntah. Pemberian makanan enteral lebih awal setelah trauma dapat mencegah atropi mukosa dan mengurangi komplikasi.

Daftar Pustaka

Horne, Mima M. (2000). Keseimbangan Cairan, elektrolit, dan Asam Basa. Jakart: Buku Kedokteran. EGC
Potter, Patricia A & Perry, Anne G. Buku Ajar: Fumdamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik Ed. 4 Vol. 2; Terj. Renata Komalasari. Jakarta: EGC, 2006.
Smeltzer, S.C & Bare, Brenda G. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Ed. 8 Vol. 2; Terj. Agung Waluyo. Jakarta: EGC, 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar